Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi - Selamat datang di Inspirasi , Inspirasi kali ini akan berbagi cerita kisah Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi, Dengan berbagai inspirasi bisa membuat hidup kita termotivasi, menjadi lebih baik dalam melakukan suatu hal dalam kehidupan kita
Inspirasi : Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi
[Sumber]
Anda sedang membaca cerita Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi dan cerita ini url permalinknya adalah https://fixinspirasi.blogspot.com/2015/01/cinta-ini-milikmu-mama-inspirasi_19.html Semoga cerita ini bisa bermanfaat untuk anda
Tag : Cinta Sejati, Kasih Sayang Ibu,
Inspirasi : Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi
Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi
Artikel Cinta Sejati, Artikel Kasih Sayang Ibu,"Rosa bangun, sarapanmu sudah mama siapkan di meja." Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat, tapi kebiasaan mama tak pernah berubah.
"Mama sayang, nggak usah repot repot Ma. Aku sudah dewasa," pintaku pada mama pada suatu pagi.
Wajah tua itu langsung berubah.
Ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru - buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya, ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku.
Raut sedih itu tidak bisa disembunyikan.
Kenapa mama mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka - reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca. Orang yang lanjut usia bisa sangat sensitif dan cenderung bersikap kekanak - kanakan. Tetapi entahlah ... niatku ingin membahagiakan malah membuat mama sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa - apa.
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, "Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Mama, apa yang bikin Mama sedih ?" Kutatap sudut - sudut mata mama, ada genangan air mata disana.
Terbata - bata mama berkata, "Tiba - tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kamu sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kamu, mama tidak bisa lagi jajanin kamu. Semua sudah bisa kamu lakukan sendiri."
Ya Allah, ternyata untuk seorang ibu, bersusah payah melayani putra - putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tidak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing - masing. Diam - diam aku merenungkan. Apa yang telah kupersembahkan untuk mama dalam usiaku sekarang ? Adakah mama bahagia dan bangga pada putrinya ?
Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab, "Banyak sekali Nak, kebahagiaan yang telah kami berika pada mama. Kamu tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kamu berprestasi di sekolah adalah kebanggaan untuk mama. Setelah dewasa, kamu berperilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar matamu mengisyaratkan kebahagiaan disitulah kebahagiaan orang tua."
Lagi - lagi aku hanya bisa berucap, "Ampunkan aku ya, Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Mama. Masih banyak alasan ketika Mama menginginkan sesuatu." Betapa sabarnya mamaku melalui liku - liku kehidupan.
Mamaku seorang yang idealis, menara keluarga, merawat, dan mendidik anak - anak adalah hak prerogratif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapa pun. Maafkan kami, Mama yang 18 jam sehari sebagai 'pekerja' seakan tidak pernah membuat mama lelah. Sanggupkah aku ya, Allah ?
"Rosa, bangun Nak ! Sarapannya sudah mama siapkan di meja."
Kali ini aku melompat, sesegera mungkin kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat - lekat dan kuucapkan "Terima kasih Mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati. Izinkan aku membahagiakan Mama."
Kulihat binar itu memacarkan kebahagiaan.
Cintaku ini milikmu, Mama. Aku masih sangat membutuhkanmu. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu. Tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat, "Aku sayang kepadamu." Namun begitu, Tuhan menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita miliki kepada orang yang kita cintai. Kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita, ibu. Walau mereka tak pernah meminta, percayalah kata - kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.
"Ya Allah, cintailah mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Mama. Jika saatnya Mama Kau panggil, terimalah dan jagalah ia di sisiMu. Titip mamaku ya Rabbi"
[Sumber]
---------- www.alkisaah.blogspot.com ----------
Itulah kisah cerita inspirasi Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi
cerita motivasi yang di ambil dari berbagai tokoh Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi, Semoga cerita yang kami share dan kutip dari berbagai sumbe ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua
Anda sedang membaca cerita Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi dan cerita ini url permalinknya adalah https://fixinspirasi.blogspot.com/2015/01/cinta-ini-milikmu-mama-inspirasi_19.html Semoga cerita ini bisa bermanfaat untuk anda
Tag : Cinta Sejati, Kasih Sayang Ibu,

0 Komentar untuk "Cinta Ini Milikmu Mama - Inspirasi"